Bharti Usaha, raksasa telekomunikasi India, telah melakukan kudeta strategis: ha diperoleh bagian dari 24,5% di Grup BT, operator telekomunikasi terbesar di Inggris, dengan nilai sekitar £3,2 miliar ($4 miliar). Operasi tersebut melibatkan pengambilalihan saham yang dimiliki oleh Altice Uk, kendaraan finansial sang miliarder Patrick Drahi, namun Bharti telah menegaskan bahwa dia tidak menginginkan kendali penuh atas perusahaan atau kursi di dewan direksi.
Berita tersebut berdampak langsung pada pasar, dengan Judul BT yang mencatat lonjakan 6,5% di Bursa Efek London.
Bharti mengakuisisi 24,5% saham BT Group: apa yang terjadi sekarang?
Bharti Enterprises, didirikan dan dipimpin oleh miliarder Sunil Bharti Mittal, telah mengkonfirmasi niatnya untuk melanjutkan dengan aperolehan bertahap: Awalnya akan mengambil 9,99% saham, sebelum meningkatkan kepemilikannya menjadi 24,5% setelah memperoleh persetujuan peraturan yang diperlukan, termasuk peninjauan berdasarkan Undang-Undang Keamanan dan Investasi Nasional Inggris.
Tantangan Patrick Drahi dan Altice UK
Patrick Drahi, yang mulai berinvestasi di BT pada tahun 2021 melalui Altice UK, kini menghadapi tantangan yang signifikan hutang terakumulasi selama bertahun-tahun, hasil dari strategi akuisisi yang agresif. Dalam beberapa bulan terakhir, Drahi juga harus menghadapi konsekuensi dari apenyelidikan korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh penting dalam kelompoknya, semakin mempersulit upaya pengurangan utang melalui penjualan aset.
Altice UK, bagian dari grup Altice, sebenarnya berada di tengah-tengah pengunduran diri. Baru-baru ini, Drahi menutup penjualan platform periklanan video tersebut Teads sekitar $1 miliar kepada Outbrain Inc. dan saat ini sedang dalam negosiasi untuk menjualnya Altice Portugal, unit yang terlibat dalam penyelidikan korupsi.
Strategi Bharti Enterprises
Bagi Bharti Enterprises, akuisisi ini merupakan langkah lebih lanjut dalam strategi ekspansi globalnya. Grup India, yang telah hadir di Afrika dan di berbagai sektor telekomunikasi, teknologi, infrastruktur digital, dan komunikasi luar angkasa, baru-baru ini memperkuat kehadirannya di Eropa melalui akuisisi OneWeb, sebuah perusahaan komunikasi satelit Inggris, yang bergabung dengan Eutelsat pada tahun 2023.
Sunil Bharti Mital, presiden Bharti Enterprises, dengan antusias mengomentari transaksi tersebut: “Investasi ini merupakan ekspresi jelas dari kepercayaan kami terhadap BT dan peluang yang ditawarkan oleh Inggris. Fokus BT dalam memperkuat jaringannya, mendorong pertumbuhan konsumen dan mengoptimalkan setiap aspek bisnisnya menjadikannya berada pada posisi yang tepat untuk mengkonsolidasikan posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi global terkemuka.”
Mittal juga mengingat kembali hubungan historis antara Bharti dan BT, menggarisbawahi bahwa dari tahun 1997 hingga 2001 BT memegang 21% saham di Bharti Airtel, hubungan yang kini semakin diperkuat dengan operasi baru ini.
