saham

Spanduk FIRSTonline

Shein akan membuka cabang di Galeries Lafayette, Paris, dan lima lokasi Prancis lainnya melalui SGM

Minggu ini Shein mengumumkan rencana yang disepakati dengan grup Société des Grands Magasins (SGM) untuk membuka toko di department store Galeries Lafayette di lima kota dan juga di toko BHV di ibu kota.

Shein akan membuka cabang di Galeries Lafayette, Paris, dan lima lokasi Prancis lainnya melalui SGM

Shein, raksasa mode cepat Tiongkok yang selama ini beroperasi hampir secara eksklusif daring atau melalui gerai pop-up sementara, sedang bersiap untuk membuka ruang ritel permanen pertamanya di Prancis. Melalui kerja sama dengan Société des Grands Magasins (SGM), merek tersebut akan membuka sudut "toko di dalam toko" di pusat perbelanjaan terkenal di Prancis. BHV Marais di Paris dan di lima lokasi Galeries Lafayette (Dijon, Reims, Grenoble, Angers, dan Limoges). Langkah ini menandai perubahan signifikan dari strategi digital Shein sebelumnya, tetapi hadir dalam konteks Prancis yang sudah sangat sensitif dan diatur dalam hal mode, lingkungan, dan persaingan.

Galeries Lafayette menyatakan "sangat tidak setuju" dengan keputusan untuk mendaftarkan Shein di lokasi ritelnya yang dioperasikan oleh SGM, dengan alasan bahwa merek department store tersebut tidak sesuai dengan penawaran fesyen ultra-cepatnya. Menurut manajemen, kehadiran Shein juga melanggar beberapa aspek perjanjian waralabanya dengan SGM.

Kehadiran Shein secara permanen di dunia ritel Prancis merupakan momen penting

Meskipun merek tersebut berupaya mengembangkan strateginya, mereka tidak dapat mengabaikan tuntutan regulasi, lingkungan, dan sosial yang semakin meningkat di pasar Prancis dan Eropa. Isu ini muncul dalam konteks regulasi yang berkembang pesat, karena Parlemen Prancis sedang membahas undang-undang yang menentang fesyen ultra-cepat yang memperkenalkan pajak lingkungan per barang yang terjual, pembatasan iklan baru, dan persyaratan transparansi rantai pasok. Perlu dicatat bahwa Senat Prancis menyetujui undang-undang yang menargetkan fesyen ultra-cepat pada 10 Juni 2025, dengan tindakan terhadap Shein dan Temu. Tindakan tersebut meliputi larangan iklan, pajak lingkungan per barang yang terjual, dan persyaratan transparansi lingkungan. Sementara itu, Menteri Transisi Ekologi, Agnes Pannier-Runacher, menyebut fesyen cepat sebagai "ancaman rangkap tiga"—lingkungan, ekonomi, dan sosial—yang membutuhkan tindakan serius.

Pendapat warga terbagi

Sementara beberapa pihak dengan antusias menyambut kedatangan merek yang mampu menawarkan harga terjangkau, muncul kekhawatiran mengenai konsekuensi sosial dan lingkungan: pakaian sekali pakai, kondisi kerja yang tidak transparan di negara-negara produsen, dan tumpukan limbah tekstil yang harus dibuang.

Keberhasilan langkah ini tidak akan terlalu bergantung pada kemampuan untuk membuka toko atau menjual barang-barang berbiaya rendah, melainkan pada seberapa baik Shein mengadaptasi rantai pasoknya untuk memenuhi harapan transparansi, produksi yang bertanggung jawab, dan pengurangan dampak lingkungan. Hal ini juga akan bergantung pada bagaimana konsumen, institusi, dan bisnis lokal bereaksi, apakah tekanan regulasi terus meningkat, atau apakah model fesyen alternatif yang lebih berkelanjutan muncul yang menarik pangsa pasar, dan apakah ada keseimbangan antara "penawaran berbiaya rendah" dan tanggung jawab sosial/lingkungan yang tidak mengorbankan reputasi dan legitimasinya, terutama di pusat perbelanjaan dan lingkungan yang mengutamakan kualitas dan tradisi.

Masih harus dilihat.

Masa depan Shein di Prancis tidak pasti; kita harus menunggu dan melihat apakah ia dapat bertahan terhadap tekanan regulasi, sosial, dan pasar.

Tinjau